Friday, 4 July 2014

PERTARUNGAN DI TAHUN DEMOKRASI



PERTARUNGAN DI TAHUN DEMOKRASI
OLEH
BENI SAPUTRA*

Pergantian tahun menuju 2014 merupakan awal tahun Politik yang akan segera memanas ibarat keluarnya lahar dari sebuah gunung es  yang mulai menjalar ke titik yang dilewati sehingga melelehkan dan menggerakkan penutup salju yang tebal. Hal ini bermaksud untuk memberikan rangsangan gerak politik dan keluarnya ide besar politik dari partai politik menuju pertarungan di demokrasi 2014. Sudah menjadi kebiasaan demokrasi dan gerak partai politik di Indonesia, bila salah satu partai politik bergerak maka partai politik tetangganya juga ikut bergerak saling berkompetisi dengan sebuah isu yang hangat yang menjadi tren topik hari itu. Apabila layak untuk diangkat menjadi sebuah penyelamatan negara maka parpol akan menawarkan ide dan program pro rakyat hal ini sangat baik dalam kompetisi politik sehingga akan memberikan semangat dalam berdemokrasi. Ada yang parpol sudah dewasa dan ada juga yang baru muncul malu-malu ibarat putri malu yang harus di colek dahulu untuk mengeluarkan suara yang merdu. Parpol yang sudah dewasa dalam menyikapi tentang negara akan mempunyai strategi yang matang dalam membangun wacana poltiknya. Parpol yang terlahir dewasa tidak harus partai yang berumur panjang, ada juga parpol yang usianya muda mampu memberikan lompatan besar dalam membangun demokrasi di negeri ini. 

Hal yang tidak diinginkan dalam kompetisi pertarungan demokrasi adalah persaingan tidak sehat. Sesama parpol mereka tidak mencolek lagi dengan lembutnya akan tetapi mencubit dan ada yang  menampar dengan kerasnya. Biasanya kalau sudah seperti ini maka akan terjadi kompetisi yang kotor yang mempunyai fokus dalam mencapai kekuasaan semata bukan pada fokus penyelamatan dan pembangunan negara secara utuh. Parpol dengan fokus kekuasaan akan mengincar aset negara untuk membangun pesta parpol dan kroni-kroninya untuk menghitung untung ruginya dalam pertarungan menuju kekuasaan. Apabila rugi aset negara yang telah dicengkeram akan dimainkan untuk mengembalikan modal awal, ini sudah persis seperti bisnis menuju kekuasaan. Ibarat kekuasaan adalah pasar dan aset negara adalah produknya. Apabila rugi maka produk aset yang lain dijual untuk menutupi kerugian yang lain. Banyak yang pergi ke pasar kekuasaan berkelahi disana berebutan produk bernama aset. Kalau cara pandangnya sudah orientasi bisnis hal ini akan menjadikan negeri ini akan hancur. Untuk membangun peradaban negara membutuhkan gerak demokrasi yang sehat dengan partai yang mengusung visi yang luhur untuk menyelamatkan negara dan rakyat. Orientasi untung rugi parpol yang sehat seharusnya bukan terletak pada materinya saja akan tetapi lebih dari itu yaitu masalah hal yang mendasar yang bernama hak asasi manusia menuju keadilan yang hakiki.

Untuk melihat kekuatan partai yang mempunyai visi dan program yang jelas maka kita harus mampu melihat kerja periode kerja sebelumnya dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan saat ini. Selama parpol mempunyai pelayanan publik yang menarik dan diterima oleh masyarakat secara akal sehat serta dapat dipertanggungjawabkan secara moral maka jualan parpol ini akan mampu menjadi kekuatan elektabilitas menuju penyelamat negeri. Alat ukur parpol yang sehat yang lain yaitu keikhlasan dalam bekerja membangun negeri, parpol ini mengharapkan tegaknya sendi keadilan dalam semua bidang sehingga tercapainya kemakmuran rakyat di negeri ini. Biasanyanya parpol yang telah dewasa mempunyai gerak konkrit dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, misalnya berdirinya pusat advokasi,pendidikan dan kesehatan. Unit-unit jaringan partai tersebut bekerja secara profesional bukan semata-mata mencari popularitas parpolnya. Strategi memenangkan hati rakyat tidaklah harus berbuat curang tetapi harus bekerja nyata dengan jiwa totalitas. Parpol sebagai penggerak demokrasi sudah seharusnya berbenah diri menuju solusi konkrit bukan malah mencari-cari kesalahan parpol yang lain untuk dijegal dan dijatuhkan. Parpol di tahun 2014 ini harus berbenah menjadi parpol dengan teladan yang tinggi di tengah-tengah masyarakat. 

Sebenarnya musuh bersama parpol adalah ketidakadilan dan kemiskinan. Ini harus diangkat tinggi-tinggi untuk solusi menegakkan bangsa secara bersama-sama. Kerjasama berbagai parpol dalam membangun kerja bersama sangat diperhitungkan di negeri ini, apalagi Indonesia menjadi contoh negara lain dalam mengusung demokrasi yang sehat.Hukum juga harus tegak seadil-adilnya sesuai dengan perkataan Adnan Buyung Nasution “Hukum itu jangan mencari-cari kesalahan orang, tapi untuk menemukan kesalahan orang”. 

Politik di Indonesia itu benar-benar sangat seksi untuk dibicarakan, berbagai lapisan masyarakat atas, menengah dan bawah bisa membaca gerak politik di negeri ini. Sekarang rakyat sudah semakin cerdas dengan gejolak politik, maka edukasi politik ke masyarakat haruslah baik yang ditampilkan parpol kepada publik yang mampu mengikat hati rakyat. Parpol tidak hanya jualan iklan politik, tapi juga jualan kekuatan rakyat untuk bekerjasama ikut terlibat dalam kerjasama membangun negeri. Terkadang kita hanya melihat parpol yang hanya jualan iklan saat mendekati pemilihan umum dengan kondisi kinerja parpol yang nol. Hajat parpol saat ini yang terpenting bukan hanya creative marketing iklan akan tetapi creative marketing kontribusi.

Negara kita adalah demokrasi yang saat ini sebagai alat yang mampu membangun peradaban negeri. pijakan kita dalam menempatkan parpol adalah sebagai pengendali demokrasi, baik dan buruknya sistem demokrasi tergantung siapa yang mengendalikannya. Saat ini pilihan  terbaik parpol adalah bagaimana cara terbaik untuk mampu menunggangi demokrasi sebagai kendaraan menuju pembangunan negara. Saat yang terbaik saat ini adalah mengisi demokrasi dengan kontribusi terbaik, bukan menyalahkan sistem demokrasi yang tanpa solusi. Di balik demokrasi kita semua mendukung kerja nyata dan mengambil manfaat dari demokrasi itu sendiri yang diantaranya adalah memberikan kesempatan pada kita untuk menjalankan tanggungjawab moral dan membuka ruang untuk menyampaikan aspirasi perbaikan.

Pesta demokrasi semakin dekat, persiapan parpol harus semakin matang dan cerdas, kita sebagai rakyat harus mendukung penuh dan terlibat dalam partisipasi gerak demokrasi dengan mengikuti pemilu 2014. Tanggungjawab kita sebagai rakyat adalah menyeleksi dan memilih pemimpin yang merakyat bukan pemimpin yang bikin melarat. Perjuangan parpol dan dukungan rakyat sangat dibutuhkan untuk membuat negeri ini lebih baik karena Indonesia bukan milik golongan atau partai politik, akan tetapi milik kita semua rakyat Indonesia.

*Beni Saputra alumni Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa

Tuesday, 24 June 2014

LOWONGAN PEKERJAAN

Anda sebagai alumni saatnya mencari pekerjaan yang sekiranya cocok dan pas dengan keahlian anda, harapannya setelah lulus wisuda langsung kerja dengan bergaji memuaskan, begitupun harapan orang tua anda. Coba lihat-lihat saja lowongan kerja diiklan berikut ini, siapa tahu ada yang cocok dan pas, langsung ke TKP:

Wednesday, 18 June 2014

INDONESIA MEMILIH, PRABOWO ATAU JOKOWI ???


Pergulatan politik di Indonesia menjadi bernuansa hidup ketika ajang kompetisi pemilihan umum Calon Presiden 2014 mulai digelar. Berbagai media membangun opini untuk memberikan analisisnya dengan mendatangkan para pakar politik, ekonomi dan hukum. Ini sangat penting sekali karena akan memberikan edukasi kepada publik untuk segera menentukan pilihan.Rakyat Indonesia di era demokrasi keterbukaan ini sudah sangat cerdas dan mampu menentukan pilihan dengan analisis rakyat dengan melalui pertimbangan moral bangsa.  Jika ada suatu media mengarah ke suatu calon maka rakyatlah yang jadi wasitnya karena ketika lakon dimainkan dengan saksama dibumbui dengan ekspresi-ekspresi ditambah lagi dengan mimik memelas agar rakyat memilih calon-calon yang diusung maka, rakyat tidak mau terburu-buru menentukan pilihan karena rakyat sudah mempunyai pilihan moral yang tidak bisa dilobi lagi.

Menuju Indonesia baru dengan peradaban baru serta demokrasi yang anggun sudah banyak dilakukan Indonesia, ini menjadi model pelajaran kebangsaan bagi dunia bahwa Indonesia negara yang mampu memainkan peradaban dengan sangat santun dbanding negara-negara maju pengusung demokrasi itu sendiri. Kedewasaan bangsa Indonesia dalam membenahi strukturan peradaban menjadi sorotan dunia. Pilpres 2014 adalah ajang kompetisi bergengsi bagi para kandidat Capres dan pendukungnya. Disisi kebaikan demokrasi, ada dampak buruk yang dilakukan yaitu era keterbukaan menjadikan opini publik berjalan tidak terbendung, yaitu para pendukung calon masing-masing kubu berusaha mencari-cari kesalahan kubu lawan untuk terus menjatuhkan integritas dan profil calon presiden 2014 ini. Mulai dari media eks,pendukung eks, dan simpatisan eks mulai bermain diranah masa lalu yang terpuruk. Tetapi, lagi-lagi rakyat Indonesia sudah cerdas saat ini. Seluruh yang dilontarkan dengan tidak substansial malah akan memperburuk citra calon yang diusung, terlebih bagi media publik akan kehilangan kredibilitasnya sebagai penyiar independen. Ini sebenarnya arus kerusakan demokrasi.

saat ini yang terpenting adalah, memilih calon presiden yang tegas dan mampu melindungi aset negeri ini sehingga mampu digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Ketahanan pangan,energi dan kekuatan stabilitas nasional menjadi sangat bergengsi dalam rumusan visi-misi capres 2014, buku putih masing-masing capres akan dinilai oleh publik melalui debat capres, kampanye dan keseharian dalam membangun sikap di lingkungan kebangsaan. Inilah seharusnya yang dikedepankan dalam memberikan arah positif, bukan malah tebar popularitas. Blusukan tidak akan menyelesaikan masalah bila tidak ada solusi yang diangkat segera untuk dijadikan bahan pemecahan masalah. Ketegasan dalam membangun komitmen dalam mengusung ideologi kebangsaan yang akan menjadi pemicu rakyat dalam memberikan dukungan memilih capres. Capres yang diusung yang pantas yaitu yang memberikan keteladanan sosial bangsa serta mampu membangun dialog Internasional dalam mengusung ide kebangsaannya. 

Presiden ideal yang pantas untuk negeri Indonesia secara garis besarnya adalah :
1) Bervisi beradaban (mampu membawa bangsa Indonesia berperan dalam pergaulan dunia)
2) Menyelamatkan aset bangsa
3) Mengerti persoalan rakyat Indonesia.
4) Berwawasan luas dengan memiliki kecerdasan interaksi dalam berkomunikasi
5) Mengusung berbaikan dalam setiap langkah programnya
6) Mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan golongan/partai
7) Tegas dan bermoral kebangsaan
8) Fokus terhadap permasalahan
9) Taat kepada institusi
10)Bijaksana dan mengerti persoalan

Setidaknya 10 poin yang akan menjadikan bangsa Indonesia ini maju bila presidennya memiliki poin yang diusung tersebut. Semoga ini menjadi perbaikan bangsa kita Indonesia tercinta untuk mencapai puncak peradaban dan menjadikan negeri ini corong perbaikan peradaban dunia.

Wallahu a'lam

Bandung, 19 Juli 2014

Thursday, 3 April 2014

MEMAHAMI CINTA



 

Seiring dengan berjalannya waktu, kita tidak luput dengan masalah cinta yaitu cinta kepada RabbNya, cinta kepada orang tuanya dan cinta kepada sahabat-sahabatnya. Semua itu akan berlabuh bahwa cinta harus berada dalam keridhoanNya. Membangun peradaban cinta itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Mengawali sebuah cinta dan membangun persemaian yang indah membutuhkan energy yang besar, namun romantika cinta itu dibangun dari sebuah proses kerja dalam membangun sebuah cita-cita dan peradaban. Berawal dari manajemen diri sendiri kita akan menemukan sebuah cinta yaitu tentang cinta dan kontribusi kita terhadap lingkungan di sekitar kita. Cinta itu member banyak makna dan harapan karena dengan cinta yang tertaut kepadaNya lah kita bisa mengutarakan cinta dengan sikap kerja yang nyata sesuai dengan koridor dialektika filsafat cinta.

Milikilah cinta dan hadirkan dalam sebuah catatan memori lalu dimaknai dengan tindakan kerja yang nyata maka cinta akan berjalan, lalu berlari dan kemudian hinggap dan menepi ke salah satu hati, memang terkadap pencarian itu membutuhkan momentum waktu yang lama. Namun, proses-proses cinta itu indah untuk kita maknai untuk bisa diwujudkan menjadi memoir cinta dalam mengabdi kepadaNya.

Mari kita awali catatan cinta dengan penuh makna dan keindahan sehingga kita jadi pengembara cinta yang benar-benar cinta kepadaNYa.

Friday, 21 March 2014

MENYOROTI TERMODINAMIKA POLITIK 2014



"Ini mempunyai maksud bergerak secara leluasa dengan energi pada suhu tertentu sehingga mencapai perubahan entropi pada lingkungan disekitarnya"


MONEY POLITIK, NO...!!! 



Ketika politik uang (money politic) dimainkan sesuai dengan hukum II termodinamika bahwa akan terjadilah CHAOS. Hal inilah yang sangat merusak peradaban, maka parameter yang mendekati chaos segera ditutup rapat , kini yang harus ditampilkan adalah parameter parameter pelayanan publik (qidamy) yang mempunyai kebermanfaatan bersama. Inilah titik keberhasilan peradaban sesungguhnya.




"Untuk merubah semua itu maka perlu gaya yang bekerja", hal ini akan melibatkan Hukum I Newton. Kematangan ilmu fisika dengan segala perangkat metodologinya (yang juga berkembang di sains alam lain seperti Biologi, Kimia, Geologi, dan sebagainya telah membuka banyak ruang interdisiplin, ketika satu cabang ilmu pengetahuan menjadi inspirasi bagi upaya sains memahami fenomena dalam lapangan yang berbeda. Namun “Fisika Politik” pada dasarnya bukanlah sebuah istilah yang catchy. Fisika Politik sebagaimana Ekonofisika, Fisika Keuangan dan sebagainya menunjukkan bahwa fenomena sosial dan politik yang kita hadapi memang tak pernah sederhana. Fisika Politik sama sekali jauh dari sikap keangkuhan para fisikawan. Justru, Fisika Politik menunjukkan bahwa untuk memahami satu fenomena yang kompleks dalam masyarakat kita, sikap bahu-membahu dalam wadah antar-disiplin sangat diperlukan. Seperti pesan tokoh bangsa kita Bung Sjahrir bahwa" sains tak cukup hanya berhenti di kertas ujian, praktikum laboratorium, Lembar Kerja Siswa, dan sebagainya. Sains mestinya bisa menginspirasi hidup. Sains mesti meng-internalisasi dalam cakrawala kita dalam memandang banyak hal, bahkan hal-hal yang kita anggap sepele selama ini namun yang ternyata luar biasa penting dan tingkat kompleksitasnya sangat tinggi."

Fisika Politik merupakan sebuah upaya untuk memahami berbagai fenomena sosial politik melalui analisis atas data-data empiris dengan menggunakan berbagai perangkat sains modern (yang kebanyakan berkembang dalam cabang ilmu fisika) mulai dari mekanika statistika, komputasi, model-model non-linier, dan sebagainya. Sebagaimana dalam ekonofisika , Fisika Politik berbicara tentang fenomena politik tanpa tendensi ideologi apapun terkecuali melalui penyelidikan berdasarkan metodologi ilmiah. Telah sangat banyak pemikiran Fisika Politik dalam menjelaskan berbagai fenomena sosial kemasyarakatan, mulai dari terjadinya kerjasama  (cooperation), kontrak sosial  (social contract), konflik sosial (social conflict), rasionalitas (rationality), perilaku dalam pemilihan  (voting behavior), kemunculan tindakan ekstrimis dan formasi pendapat dan pandangan politik  (extremism and opinion formation). Beberapa perangkat analitiknya telah diperkenalkan dalam buku “Solusi Untuk Indonesia: Prediksi Kompleksitas/Ekonofisik”.

Namun sebuah hal menarik mengingat sebentar lagi kita akan menyaksikan Pemilihan Umum 2014 di tanah air, beberapa hal seputar perilaku voting dan rasionalitas pemilih mungkin menarik untuk didiskusikan. Sebagai contoh adalah sifat yang selalu muncul dalam 3 kali pemilihan di Indonesia ketika sistem multi partai seperti sekarang diterapkan di Indonesia. Sifat hukum pangkat senantiasa muncul dalam ketiga pemilihan tersebut . Sifat hukum pangkat adalah sifat ketika kita deretkan perolehan suara tiap partai, maka ranking dari partai tersebut akan selalu berbanding lurus dengan pangkat sebuah bilangan dari perolehan suaranya. Fenomena ini sungguh sangat menarik dan sudah pula dikonfirmasi di beberapa negara lain seperti Brazil dan beberapa negara Eropa . Sifat hukum pangkat ini merupakan jantung dari mekanika statistik dan mendasari banyak perkembangan ilmu fisika kontemporer terkait bahwa sistem memiliki tingkat kompleksitas tertinggi dengan pola hukum pangkat ini. Kompleksitas tertinggi maksudnya, sangat sulit untuk menebak apa yang terjadi di level makro (statistika biasa) dengan melihat pola yang terjadi di level mikro (level penyusun sistem). Sifat ini dinamakan sifat membrojol (emergence). Kompleks karena adanya proses pengaturan sendiri  (self organized criticallity) di level mikro yang membentuk pola yang tak linier pada sistem secara keseluruhan .

Pengaturan sendiri ini dalam fisika terjadi pada sifat transisi fasa, ketika air “hendak” berubah fasa dari cair ke gas dalam proses penguapan, misalnya. Pada situasi kritis ini, terdapat sebuah fasa di mana sulit melihat mana yang berfasa cair atau gas. Ini terjadi karena adanya pengaturan sendiri molekul-molekul air pada keadaan ini. Yang menarik lagi, sifat yang tak linier antara level mikro dan level  makro ini terjadi di banyak hal. Sifat membrojol (emergence) terjadi di mana-mana. Molekul hidrogen yang berbentuk gas dan oksigen yang juga gas, ketika bersenyawa membentuk air (H2O), secara membrojol berbentuk cair (fluida). Tapi tak hanya di dunia fisis, bahkan cara terbang burung-burung di udara, cara kerja dan pertumbuhan sel-sel hidup juga mengikuti pola yang membrojol dan pengaturan diri sendiri ini. Ini menunjukkan, bahwa apa yang kita lihat di alam merupakan sistem yang kompleks.

Fisika Politik muncul dengan mengetengahkan peristiwa serupa. Terdapat kompleksitas yang sangat tinggi dalam masyarakat yang menghasilkan hasil-hasil PEMILU 1955, 1999, dan 2004 yang lalu. Suatu hal yang dihipotesiskan akan juga kita temui nanti pada pemilihan 2014. Yang menarik juga adalah dari simulasi komputasional yang dilakukan, ditemukan bahwa dari ketiga pemilihan tersebut PEMILU 2004 merupakan pemilu dengan pola mikro di mana penduduk cenderung lebih bebas menentukan pilihan dalam hal formasi opininya. Bisa dibayangkan kita dapat mengetahui ini tanpa perlu melakukan survey dan cukup menggunakan analisis fisika statistik atas data-data hasil pemilihan tersebut. Bagaimana kira-kira nanti pada pemilihan 2014? Tentu akan bisa sama-sama kita lihat hasilnya.Parameter yang dominan yang harus kita pakai untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam analisis gejala hasil pemilu 2014 saat ini.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan analisis yang terjadi dengan gotong royong antara disiplin ilmu fisika dan politik ini secara bahu-membahu. Sebuah contoh misalnya adalah evaluasi atas pemilihan Daerah Pemilihan  atau misalnya bagaimana satu perolehan suara dari masing-masing partai politik saling berkorelasi dan memiliki keterkaitan dengan hal-hal yang dikampanyekan oleh partai tersebut, bahkan bagaimana dinamika evolusioner kontrak sosial terjadi di antara bangsa Indonesia yang bentuknya sangat unik ini: negara kepulauan dan memiliki ke-bhineka-an yang tinggi dan bersatu dalam kehidupan yang harmonis.Inilah gejala gelombang ketiga yang akan segera dimulai.

Semua hal terkait Fisika Politik ini memberi kita dua pelajaran yang sangat berharga sebagai bangsa Indonesia. Pertama, bahwa keunikan negeri kita secara politik sangat menarik untuk dipelajari di samping tentu partisipasi aktif kita sebagai warga negara yang cinta tanah air tentunya. Kedua, bahwa tren interdisiplin yang ditunjukkan Fisika Politik ini memberi kita kesadaran akan pentingnya untuk meng-internalisasi sains dalam hidup kita sehari-hari. Bahwa sains di samping memberi kita inovasi teknologi bagi peradaban, kita juga mampu memberi sumbangan besar dalam usaha aktif kita menjadikan masyarakat kita lebih baik lagi di masa yang akan datang yang kita sambut secara optimis dan penuh harapan akan masa depan bangsa yang lebih indah. Hal ini merupakan salah satu cita-cita pendiri bangsa ini sebagaimana diungkapkan Bung Syahrir di atas tadi.

Menuju pemilu 2014, saatnya kita menjadi pemilih yang cerdas, memainkan logika juga penting karena 1 suara kita berharga menuju masa depan bangsa. Strategi dalam memilih harus menggunakan hati suci kita, bukan berdasarkan rasa-rasa. Istilah biofisika adalah gejolak rangsangan yang terjadi akan menimbulkan rangsangan yang lain. Hal ini mempunyai maksud bahwa desas desus dan opini publik sekarang tidak usah perlu di permasalahkan, itu merupakan bagian dari parameter pendukung saja. Parameter yang mampu memainkan publik sebenarnya adalah kualitas manusia. Kekuatan karakter dalam memainkan publik dengan kualitas yang baik inilah yang akan mampu menggalang massa tersendiri, pesohornya bukan semata-mata dalam membangun popularitas, tetapi suatu bentuk kerja dalam pelayanan kepada masyarakat (publik). Tanpa mengundang media pun sosok seperti ini tetap bekerja dengan ikhlas, karena untuk memasuki gelombang ketiga Indonesia adalah manusia yang memiliki peradaban tinggi.

Peradaban tinggi ini mempunyai ciri kekuatan spiritual, kekuatan sosial dan bervisi peradaban. Sosok inilah yang kita tunggu dan kita pilih di pemilu 2014. Golput pun tidak akan menyelesaikan masalah, lebih baik kita membangun kontribusi untuk negeri bersama memilih pemimpin yang cerdas dan melayani rakyat. Pilihan kita banyak, maka segera pasang prioritas untuk menentukan pilihan. Hidup didunia ini ada pro dan kontra, siang dan malam, baik dan buruk. Itulah sunatullah kehidupan. Kita menjadi manusia yang berperadaban yaitu memilih yang terbaik dari yang baik-baik atau memilih yang sedikit tingkat kebatilannya. Bangsa Indonesia adalah sebuah warisan, maka kita harus ambil tindakan untuk membangun dan menjaga warisan ini. Memilih itu layaknya kita berkompetisi dalam piala dunia FIFA 2014. Ada 15 partai politik peserta pemilu, maka bisa kita bagi dalam tiga grup besar grup A:no 1-5,grup B:no 6-10 dan grup C :no 11-15. Tentukan pilihan pada masing-masing grup, maka pemenang grup terseleksi jadi 3 pilihan yang mewakili masing-masing grup. Setelah 3 pilihan sudah ada,maka kita wajib memilih salah satunya. Disinilah seluruh hitung-hitungan mulai dilakukan, mulai dari parameter mikro sampai makro harus matang dalam menganalisisnya. Ini juga tidak melulu menggunakan logika saja, tetapi suara hati yang suci yang harus dibutuhkan untuk membangun logika hati. Silahkan istikhoroh saja untuk menentukan pilihan disini. 9 April 2014 tinggal menghitung hari saja. Persiapkan semuanya, kita akan memilih pemimpin yang mampu membawa peradaban gemilang Indonesia.

Memilih pemimpin adalah memilih ulil amri maka haruslah cermat dalam segala sisi dan sudut pandang sebagaimana dalam Al-Qur’an :

 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi PEMIMPIN  selain dari  orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menghukummu) ?"

 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman !, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu  orang-orang yang beriman."
Semoga kita mampu dimenangkan dalam ketatan kita kepadaNya.

Wallahu A’lam

#Kota Bandung (Bandung Juara), 22 Maret 2014